Kepercayaan adalah Mata Uang

Orang-orang mungkin bertanya, apa istimewanya Malaka? Apa bedanya dengan media lain? Bukankah kehadirannya hanya menambah panjang daftar media? Jawabannya sederhana: Malaka hadir untuk mengembalikan kepercayaan publik pada jurnalisme, bukan sekadar menjadi media baru.

Membenci Koruptor, Memaklumi Korupsi

Negara ini agaknya sedang mengidap skizofrenia moral akut. Kita menghujat koruptor dengan kosakata paling kotor di media sosial, tetapi sejurus kemudian jempol kita sibuk...

Cantik di Mata Humas, Buruk di Etika

Kebohongan soal kecantikan tersebar karena wartawan lalai menjalankan tugas utamanya: memeriksa sebelum menerbitkan.

Membela yang Tidak Dibela

Esai ini adalah pernyataan sikap, sekaligus janji bahwa kami tidak akan pernah ikut merayakan jurnalisme yang memperlakukan orang miskin sebagai tontonan.

Kode Perilaku Malaka

Berita bisa memengaruhi hidup seseorang. Karena itu, wartawan tidak boleh bekerja seenak dengkul. Di Malaka, ada 28 larangan dan satu kewajiban yang harus ditaati. Inilah Kode Perilaku Malaka. Dirumuskan oleh Jarar Siahaan, wartawan independen (dalam arti sebenarnya) asal Balige, Sumatra Utara. Kami menjalankannya dengan satu landasan utama: bekerja dengan rasa bangga.

Melawan dari Kemarin Sore

Aku pernah mengidolakan "wartawan senior" hingga menyadari mereka menukar nurani dengan uang. Di persimpangan moralitas dan model bisnis, pemula sepertiku hanya punya satu pilihan: memberontak. Karena menulis bukan sekadar pekerjaan, dan idealisme tidak boleh mati muda