Eksklusif
Hak Publik
Editorial
Peristiwa
Iklan

Rubrik ini menjual barang terlangka di dunia: idealisme. Harganya cuma Rp2.000, cukup agar kami takjadi budak iklan, pemburu transferan, atau alat kekuasaan.

Rubrik ini cara kami menjaga kepercayaan Anda. Kami mengevaluasi kepercayaan itu setiap hari: lewat laporan, sikap kerja, dan keberanian bertanggung jawab secara terbuka.

Rubrik ini tidak lahir dari prinsip netralitas. Di sini, kami akan menyatakan sikap setelanjang mungkin, dan memihak tanpa takut-takut atau malu-malu.

Rubrik ini berisi berita pendek, sependek informasi ini.

DALAM

PENGEMBANGAN

BERITA GRATIS ADALAH AKAR KORUPSI JURNALISME

Anatomi Sebuah Kebobolan: Beracun dan Berbahaya

Batam sedang darurat sampah ketika kota ini bertahun-tahun menjadi tempat pembuangan limbah elektronik Amerika Serikat. Manajer dan direktur BP Batam saling bantah, DLH mengaku tak pernah memberi rekomendasi meski uji lab dijadikan syarat impor. Biaya reekspor diklaim tembus setengah triliun, dan kontainer yang “ditahan” diduga mulai diperjualbelikan.

Kami Melawan karena Kami Wartawan

Kami berdiri bersama rekan-rekan di berbagai kota menolak gugatan Rp200 miliar Menteri Pertanian terhadap Tempo. Sengketa pemberitaan seharusnya diselesaikan di Dewan Pers, bukan di pengadilan.

Jurus Jaksa di Perparkiran Kapal

Jaksa menangkap sejumlah pengusaha dan pejabat karena korupsi dalam jasa “perparkiran” kapal di Batam. Sebelumnya, mereka juga menyelidiki kasus serupa di Tanjung Balai Karimun, tetapi ditutup. Malaka menemukan celah pungli dalam dispensasi rekomendasi penerbitan sarpras pemanduan dan penundaan kapal.

BERITA TERBARU

Anatomi Sebuah Kebobolan: Beracun dan Berbahaya

Batam sedang darurat sampah ketika kota ini bertahun-tahun menjadi tempat pembuangan limbah elektronik Amerika Serikat. Manajer dan direktur BP Batam saling bantah, DLH mengaku tak pernah memberi rekomendasi meski uji lab dijadikan syarat impor. Biaya reekspor diklaim tembus setengah triliun, dan kontainer yang “ditahan” diduga mulai diperjualbelikan.

Kami Melawan karena Kami Wartawan

Kami berdiri bersama rekan-rekan di berbagai kota menolak gugatan Rp200 miliar Menteri Pertanian terhadap Tempo. Sengketa pemberitaan seharusnya diselesaikan di Dewan Pers, bukan di pengadilan.

Jurus Jaksa di Perparkiran Kapal

Jaksa menangkap sejumlah pengusaha dan pejabat karena korupsi dalam jasa “perparkiran” kapal di Batam. Sebelumnya, mereka juga menyelidiki kasus serupa di Tanjung Balai Karimun, tetapi ditutup. Malaka menemukan celah pungli dalam dispensasi rekomendasi penerbitan sarpras pemanduan dan penundaan kapal.

“… Kami Kurang Cerdas”

Dua ledakan di ASL Shipyard bukan cuma karena kelalaian petugas HSE. Nakhoda Federal II diduga menyembunyikan kondisi kapal yang sebenarnya, para korban bergaji di bawah upah minimum, dan ada seratus ton minyak yang tidak dilaporkan keberadaannya.

Skenario Mengusir Menteri Lingkungan

Menteri Lingkungan Hidup batal menyegel pabrik yang diduga mengimpor limbah B3, meski telah tiba di Batam. Lebih dari sepuluh pekerja ESUN mengaku diminta manajemen berpura-pura berdemonstrasi untuk menghalangi sidak. Malaka juga menemukan kedekatan tak lazim antara ESUN dan Bea Cukai, serta aparat yang disebut bertugas layaknya sekuriti pabrik.

“Bang, Ada Kapal Vietnam Lagi” Putra Gema Pamungkas | 13 April 2025

Kapal ikan Vietnam terus masuk ke perairan Anambas. Nelayan melapor, tetapi sudah dua tahun belum ada tindakan nyata, meski buktinya sudah jelas. Malaka menelusuri laporan ini, memverifikasi temuan di laut, dan meminta penjelasan dari otoritas keamanan laut Indonesia.

90 Hari dari Amerika untuk Batam Putra Gema Pamungkas | 16 April 2025

Pemerintah Amerika Serikat memberi waktu 90 hari sebelum tarif impor baru diberlakukan. Batam, yang menggantungkan sekitar 25 persen ekspornya ke pasar Amerika, menjadi salah satu daerah yang paling rentan terdampak. Pemerintah, pengusaha, dan buruh mulai bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Nelayan: Prabowo Pangkas Anggaran, Vietnam Panen Ikan Yogi Eka Sahputra | 30 April 2025

BP Batam Tebang Kelapa Tanpa Izin Petani Putra Gema Pamungkas | 4 Mei 2025

Kebun kelapa milik warga di Kampung Tanjung Banon, Pulau Rempang, diratakan alat berat oleh BP Batam tanpa pemberitahuan. Penindakan ini mengatasnamakan tim terpadu, tetapi sejumlah institusi mengaku tidak tahu. Pemilik kebun mengaku merugi lebih dari Rp500 juta akibat ratusan pohon kelapanya ditebang.

Dari Banjir ke Gugatan Yogi Eka Sahputra | 9 Mei 2025

Hujan lokal dua jam cukup melumpuhkan sebagian wilayah Batam. Jalan tergenang, sekolah kebanjiran, kompleks mewah berubah jadi kolam, dan pengendara terjebak macet. Di kota berjuluk “bandar dunia madani” ini, air tidak lagi mengalir ke laut, melainkan naik ke lutut, bahkan ke dada.

Bergabung Bersama Kami
By signing up, I agree to receive emails from Malaka ad to the Privacy Policy and Terms of Use

Berita Gratis Adalah Akar Korupsi

Cantik di Mata Humas, Buruk di Etika

Kebohongan soal kecantikan tersebar karena wartawan lalai menjalankan tugas utamanya: memeriksa sebelum menerbitkan.

Membela yang Tidak Dibela

Esai ini adalah pernyataan sikap, sekaligus janji bahwa kami tidak akan pernah ikut merayakan jurnalisme yang memperlakukan orang miskin sebagai tontonan.

Kode Perilaku Malaka

Berita bisa memengaruhi hidup seseorang. Karena itu, wartawan tidak boleh bekerja seenak dengkul. Di Malaka, ada 28 larangan dan satu kewajiban yang harus ditaati. Inilah Kode Perilaku Malaka. Dirumuskan oleh Jarar Siahaan, wartawan independen (dalam arti sebenarnya) asal Balige, Sumatra Utara. Kami menjalankannya dengan satu landasan utama: bekerja dengan rasa bangga.

BERITA TERBARU

Cantik di Mata Humas, Buruk di Etika

Kebohongan soal kecantikan tersebar karena wartawan lalai menjalankan tugas utamanya: memeriksa sebelum menerbitkan.

Membela yang Tidak Dibela

Esai ini adalah pernyataan sikap, sekaligus janji bahwa kami tidak akan pernah ikut merayakan jurnalisme yang memperlakukan orang miskin sebagai tontonan.

Kode Perilaku Malaka

Berita bisa memengaruhi hidup seseorang. Karena itu, wartawan tidak boleh bekerja seenak dengkul. Di Malaka, ada 28 larangan dan satu kewajiban yang harus ditaati. Inilah Kode Perilaku Malaka. Dirumuskan oleh Jarar Siahaan, wartawan independen (dalam arti sebenarnya) asal Balige, Sumatra Utara. Kami menjalankannya dengan satu landasan utama: bekerja dengan rasa bangga.

Melawan dari Kemarin Sore

Aku pernah mengidolakan "wartawan senior" hingga menyadari mereka menukar nurani dengan uang. Di persimpangan moralitas dan model bisnis, pemula sepertiku hanya punya satu pilihan: memberontak. Karena menulis bukan sekadar pekerjaan, dan idealisme tidak boleh mati muda

Pengantar Redaksi Bintang Antonio | 8 April 2025

Indonesia adalah negeri yang terpecah-pecah oleh laut, waktu, dan ingatan. Dengan 17.000 pulau yang terserak dari Sabang hingga Merauke, 1.340 suku yang berbicara dalam 700 bahasa, serta ribuan budaya yang takada angka pastinya, tidak mudah membuat seorang tukang kayu di Solo merasa satu napas dengan nelayan di Rempang. Jarak bukan hanya soal geografi. ia adalah...

EDITORIAL